Showing posts with label dalam bait puisiku. Show all posts
Showing posts with label dalam bait puisiku. Show all posts

Monday, April 2, 2012

puisi : menunggu senja, kandangan dalam puisi

ada sunyi dalam sisa-sisa hujan

dedaunan basah dan jalanan yang tampak sepi
kandangan, menjelang senja
menyiratkan makna

pada puisi
sejumput kata
dirangkai dalam bait
dan kugubah
larik sajak orang galau
saat kecamuk pikiran ini
ganas menghablur perasaan

menunggu senja
kandangan, sejenak meredam sepi
di lampu warna-warni jalanan
ku ibaratkan juga setengah kehidupanku
yang kini tampak warna-warni
tapi tampak temaram dan kusam

dalam lamat-lamat
gelap mulai merayapi sisa hujan
senja di kandangan
menjadi kekal dalam ingatan dan puisi

Thursday, January 26, 2012

dalam bait puisiku

bagaimana aku bisa menulis namamu dalam bait puisiku
wahai tangis hujan. kamu bukan matahari
kamu bukan ilalang, kamu bukan juga burung merpati

selayaknya akulah yang jadi roh dalam sajakmu
karena aku adalah rembulan, aku hamparan rumput menghijau
aku si burung dara

orang lain telah menggores dinding zaman
abadikan sunyi... kekalkan mimpi dan
kultuskan langit
kita disini masih bertengkar
mendefinisikan kata
meracaukan kalimat
merumuskan bahasa prosa

aku bukan orang yang punya mental kuat
dan sajak demi sajak dalam syairku
bukan syair deklamasi yang bisa diorasi
dengan garang...

kdg, 26 januari 2012

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More